BPSDM PUPR Mutakhirkan Kurikulum dan Modul Untuk Keberhasilan Pelatihan

BPSDM PUPR Mutakhirkan Kurikulum dan Modul Untuk Keberhasilan Pelatihan

Tangerang, 16 April 2021- Sebagai salah satu komponen penting yang menentukan keberhasilan suatu pelatihan yakni modul pelatihan, haruslah valid, terkini, menarik, dan mudah dipahami. Untuk itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Manajemen mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kurikulum Pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi di Tangerang, Jumat (16/4) secara tatap muka dan daring.


Dalam pidato pembukaannya, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen diwakili oleh Kepala Bidang Manajemen Sistem dan Pelaksana Pengembangan Kompetensi Haris Marzuki Susila menyampaikan, “Pusbangkom Manajemen sebagai pembina pelatihan bagi ASN bidang PUPR khususnya di bidang manajemen konstruksi berinisiasi untuk mengembangkan kurikulum dan modul pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi yang sudah ada sebelumnya untuk direviu dan dimutakhirkan sesuai dengan perkembangan regulasi dan isu terbaru, serta penyesuaian metode pembelajaran terkait dengan kondisi pandemi Covid-19.”


Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dari persiapan Pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi yang dimaksudkan untuk memperoleh masukan mengenai substansi kurikulum pelatihan yang sedang dikembangkan yang meliputi Rancang Bangun Pembelajaran (RBP) dan Rencana Pembelajaran (RP).


Adapun pemeriksaan/pengawasan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi bertujuan untuk menjaga tercapainya tertib penyelenggaraan dan hasil pekerjaan konstruksi baik fisik maupun non fisik meliputi aspek perencanaan konstruksi, pengadaan, manajemen pelaksanaan dan pengendalian kontrak di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.


FGD ini dihadiri oleh beberapa Unit Organisasi terkait yang meliputi Sekretariat Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, Sekretariat Ditjen Bina Marga, Sekretariat Ditjen Cipta Karya, Sekretariat Ditjen Bina Konstruksi, Sekretariat Ditjen Perumahan, Direktorat Keberlanjutan Konstruksi, dan Direktorat Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi. Praktisi-praktisi berkualitas dan berpengalaman seperti Srie Handono Mashudi; Alex A. Chalik; Hasan Basri; dan , Kepala Persatuan Asosiasi Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI), Lazuardi Nurdin  juga turut andil dalam memberikan masukan kepada para penyusun modul. 


Adapun empat orang Widyaiswara hadir yaitu, Jawali Marbun, Haris H. Batubara, Adriananda, dan Muazzin yang menjadi penyusun kurikulum Pelatihan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi ini.

Apakah informasi di atas cukup membantu?

Berita Terkait