|

2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, BUMN Mantapkan Posisi Sebagai Akselerator Proyek Strategis Nasional

Selasa , 25 Okt 2016

Jakarta, 25 Oktober 2016 – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mencanangkan tahun 2016 sebagai tahun percepatan pembangunan infrastruktur. Catatkan sejumlah capaian kerja nyata dalam pembangunan infrastruktur yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) memantapkan posisinya sebagai akselerator proyek strategis nasional.

Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengatakan, BUMN sebagai agen pembangunan nasional turut berperan dalam pelaksanaan berbagai proyek strategis yang dirancang pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sepanjang periode 2015-2016, nilai proyek strategis yang dikerjakan BUMN mencapai Rp282,3 triliun. Dari jumlah itu, Rp88,6 triliun di antaranya telah terealisasi pada Desember 2015,” ujar Menteri Rini dalam acara press briefing “Dua Tahun Capaian Pemerintahan Jokowi-JK”, di Bina Graha, Selasa (25/10).

Hingga semester I tahun 2016, 46 dari 85 proyek strategis BUMN di tahun 2016 telah terealisasi dengan progress di atas 50%. Dari 85 proyek tersebut, sebanyak 14 proyek telah terealisasi 100%. Rata-rata realisasi seluruh proyek strategis BUMN mencapai angka 67% dari target 2016. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai sektor, antara lain maritim, infrastruktur, energi, telekomunikasi, dan sektor lainnya.

Poros Maritim Dunia

Turut berpartisipasi mewujudkan mimpi Indonesia sebagai poros maritim dunia, BUMN menggulirkan sejumlah proyek strategis yang terkait dengan program Tol Laut yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Untuk merealisasikan hal tersebut, BUMN mengembangkan sebanyak 24 pelabuhan strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan total nilai proyek Rp70 triliun.

Untuk meningkatkan konektivitas di Indonesia bagian timur, BUMN membangun 9 pelabuhan baru senilai Rp1,7 triliun. BUMN melalui PT Pelni juga membuka 3 rute baru pelayaran. Dengan bertambahnya rute pelayaran baru tersebut, perbedaan harga antarwilayah diharapkan akan turun secara drastis. Penambahan jalur pelayaran pada beberapa pelabuhan internasional juga akan meningkatkan efisiensi ekspor-impor wilayah timur Indonesia.

“Beberapa proyek strategis terkait program Tol Laut yang dilaksanakan BUMN yaitu pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, New Priok Tahap II dan Makassar Newport. Untuk Pelabuhan Kuala Tanjung progressnya saat ini sudah mencapai 45,91%. Sementara untuk New Priok Tahap II dan Makassar New Port, masing-masing mencapai 67,39% dan 30,02%,” urai Menteri Rini.

Konektivitas Nasional & Transportasi Publik

Di sektor pembangunan infrastruktur jalan, BUMN juga menunjukkan kerja nyata yang positif. Sampai dengan Agustus 2016, tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang mangkrak sejak 1997 telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan progress mencapai 73%.

Di Jawa dan Sumatera, BUMN terus kebut pembangunan sejumlah ruas jalan tol. Dengan total nilai investasi Rp54,22 triliun untuk koridor tol ruas Jakarta-Surabaya, BUMN melalui PT Waskita Karya dan PT Jasa Marga mengambil alih 8 ruas tol yang mangkrak di koridor tersebut. Dengan pelaksanaan proyek itu, tol Trans Jawa bertambah panjang 2 kali lipat.

Poros Maritim Dunia Konektivitas Nasional & Transportasi Publik. Sementara untuk menghadapi kendala pendanaan dalam pembangunan jalan tol Trans Sumatera, BUMN melalui PT Hutama Karya dan PT Sarana Multigriya Infrastruktur melakukan sinergi untuk membiayai pembebasan tanah. Proyek tol Trans Sumatera dikerjakan dengan nilai investasi mencapai Rp56 triliun, dengan serapan tenaga kerja sebesar 289.913 orang.

“Selain pembangunan ruas tol di Jawa dan Sumatera, BUMN juga menyiapkan sarana dan prasarana transportasi publik di sejumlah wilayah, antara lain Light Rail Transit (LRT) di Jakarta dan Palembang, serta kereta cepat di koridor ekonomi Jakarta-Bandung,” ujar Menteri Rini.

Hingga Oktober 2016, progress pengerjaan proyek LRT Jakarta telah mencapai 6,5%, yang melampaui target semula sebesar 5,80%,. Dibangun oleh PT Adhi Karya, lintasan LRT Jakarta, yakni Cawang-Bekasi Timur, Cawang-Cibubur dan Cawang-Dukuh Atas, dilaksanakan dengan nilai proyek Rp22 triliun. Proyek LRT Jakarta ini ditargetkan selesai menjelang Asian Games 2018.

Untuk LRT Palembang, pembangunan dilaksanakan oleh PT Waskita Karya. LRT Palembang membentang dari Bandar Udara Internasional Sultah Mahmud Badaruddin II sampai Bangunan Depo, dengan nilai proyek Rp12,6 triliun. Sampai dengan Agustus 2016, pembangunan LRT Palembang telah terealisasi 12,6%, di atas target semula sebesar 12,3%.

Dalam upaya meningkatkan konektivitas Jakarta dan Bandung, BUMN membangun kereta cepat dari Halim, Cikarang, Karawang, Walini, Kopo dan penghentian akhir di Gedebage. Kota-kota tersebut merupakan bagian dari Transit Oriented Development (TOD) proyek kereta cepat dengan panjang rel sekitar 142,3 kilometer. Hingga Agustus 2016, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung telah mengantungi izin dari Kementerian Perhubungan dan 60% lahan telah dibebaskan untuk pelaksanaan konstruksi.

Menteri Rini mengatakan, pembangunan proyek transportasi massal kereta cepat ini akan memunculkan titik-titik ekonomi baru. “Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional dengan terbentuknya kawasan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang di antaranya akan menciptakan lapangan kerja baru di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya,” jelasnya.

Sebagai negara kepulauan, pengembangan infrastruktur udara juga penting untuk dilakukan. Karena itu BUMN mempercepat pengembangan airport city serta meningkatkan akses menuju bandara. Saat ini BUMN sedang mengembangkan 5 airport city, yakni di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Kuala Namu Medan, Bandara Hasanuddin Makassar, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Kulon Progo Yogyakarta yang saat ini tengah memasuki pembebasan lahan. Diselenggarakan oleh PT Angkasa Pura I, pembangunan bandara baru Kulon Progo yang bernilai Rp9,3 triliun ini ditargetkan selesai Oktober 2019.

Untuk meningkatkan akses menuju bandara, saat ini BUMN melalui PT KAI juga tengah menggenjot pembangunan kereta di dua bandara yaitu Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara Minangkabau Padang. Kereta Bandara Minangkabau dibangun senilai Rp200 miliar, sementara kereta Bandara Soekarno-Hatta dibangun dengan anggaran Rp2,5 triliun. Kedua proyek ini ditargetkan selesai pada Juni 2017.

Ketahanan Energi & Pangan Nasional

Penguatan ketahanan energi nasional juga menjadi salah satu sektor yang menjadi perhatian BUMN. Melalui optimasi pemanfaatan energi domestik yang sustainable, reliable dan affordable (berkelanjutan, handal dan terjangkau), BUMN berkomitmen untuk mewujudkan postur bauran energi ideal Indonesia. Hal tersebut dilakukan BUMN antara lain melalui optimasi pemanfaatan minyak dalam negeri, peningkatan pemanfaatan gas bumi domestik, dan pengembangan infrastruktur kelistrikan.

Terdapat sejumlah proyek strategis tahun 2016 untuk bidang kelistrikan dengan komitmen investasi Rp276 triliun dan sudah mencapai tahap Engineering Procurement Construction (EPC) senilai Rp66 triliun dan tahap Independent Power Producer (IPP) senilai Rp210 triliun. Untuk mendukung pelaksanaan Program BBM Satu Harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo 18 Oktober 2016 lalu, PT Pertamina lakukan pengangkutan BBM dari wilayah Papua menggunakan pesawat air tractor. Di sektor kelistrikan, PT PLN berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi dari 86,2% apda Desember 2015, menjadi 88,1% pada Juni 2016. Sementara itu PT PGN juga berhasil menambah jaringan pipa gas sepanjang 1.685 km pada 2016.

BUMN juga mengambil peran dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui Perum Bulog, BUMN melaksanakan penugasan dalam rangka menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga komoditas pangan. Dari target pengadaan beras sebesar 3,9 juta ton pada 2016, sebanyak 82% (2,7 juta ton) telah terealisasi, naik sebanyak 132% dari realisasi 2015. Selain itu Bulog juga berkomitmen membangun infrastruktur pangan melalui outlet Rumah Pangan Kita. Untuk memenuhi tingginya permintaan, hingga Oktober 2017, telah tersedia sebanyak 3.267 outlet yang terkonsentrasi di Jawa & Bali.

Untuk menjaga ketersediaan gula nasional, BUMN melakukan pembangunan pabrik gula terpadu Glenmore di Jawa Timur. Pabrik gula modern itu dilengkapi dengan teknologi proses defekasi remelt karbonasi yang memanfaatkan gas buang boiler sebagai sumber daya gas CO2. Saat ini progress pembangunan memasuki proses persiapan untuk komisioning yang direncanakan pada bulan November 2016. Pembangunan pabrik gula Glenmore ini memberikan sejumlah multiplier effect, antara lain penyerapan 11.800 tenaga kerja, penggunaan 75.000 truk angkutan tebu saat musim giling, peluang usaha tebu rakyat seluas 2000-3000 hektar, dan kontribusi pajak senilai Rp40 miliar.

Inklusi Keuangan & Pendanaan Infrastruktur

Di sektor keuangan, BUMN memotori inklusi keuangan & pendanaan infrastruktur. Mulai Januari 2016, BUMN melalui Jamkrindo dan Askrindo memberikan jaminan terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan bank BUMN dengan bunga 9% per tahun. Hingga Juli 2016, realisasi penyaluran KUR Bank BUMN telah mencapai 61% dari target sebesar Rp96 triliun. Penyaluran KUR dilakukan melalui 3 bank BUMN yaitu BRI, Bank Mandiri dan BNI.

Lebih lanjut, BUMN juga menerbitkan obligasi untuk sektor infrastruktur melalui Pelindo I, Angkasa Pura II, dan Waskita Karya. Pada periode Januari hingga September 2016, Pelindo I telah menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun dan Angkasa Pura II senilai Rp2 triliun. Pada periode yang sama Waskita Karya menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun untuk tahap I, dan Rp900 miliar untuk tahap II.

Sementara itu untuk memperluas jaringan layanan di kawasan-kawasan yang belum tersentuh jasa keuangan secara maksimal, terutama layanan perbankan, BUMN mengembangkan program Laku Pandai yang merupakan penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan melalui kerja sama dengan pihak lain. Pelan tapi pasti, skala bisnis Laku Pandai Bank BUMN semakin membesar. Tak hanya dari sisi jumlah agen, bank BUMN juga mendorong pertumbuhan agen di wilayah timur Indonesia. Saat ini BRI tercatat memiliki sebanyak 51.000 Agen Laku Pandai. Sementara BNI dan Bank Mandiri masing-masing memiliki sebanyak 8.000 dan 18.000 Agen Laku Pandai.

Tulang Punggung Jaringan Komunikasi Indonesia

BUMN melalui PT Telekomunikasi Indonesia melaksanakan pembangunan serat optik Sulawesi-MalukuPapua Cable System (SMPCS) di kawasan timur Indonesia. Proyek SMPCS ini akan menjangkau 8 provinsi, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, NTT, Papua dan Papua Barat. Untuk keseluruhan, pembangunan jaringan serat optik sepanjang 16.561 km itu dilaksanakan melalui 7 proyek strategis dengan nilai investasi mencapai Rp6,48 triliun.

Sinergi BUMN Hadir Untuk Negeri

Menteri Rini memaparkan, capaian kerja nyata BUMN sepanjang 2016 tersebut tidak terlepas dari 4 pilar strategi yang diterapkan BUMN. “Pilar strategi yang kami terapkan yakni sinergi antarBUMN, hilirisasi dan kandungan lokal, pembangunan ekonomi daerah terpadu, serta strategi kemandirian keuangan dan penciptaan nilai. Dengan keseluruhan strategi tersebut, BUMN membuktikan eksistensinya hadir untuk negeri,” tuturnya.

Melalui strategi sinergi, sejumlah BUMN yang termasuk dalam kelompok rantai nilai serupa bekerja bersama guna mengoptimalisasi hasil dan mengurangi redundansi. BUMN juga meningkatkan fokus pengembangan produk-produk hilir untuk menambah nilai produk yang berada di dalam rantai nilai yang sama.

Selain itu, berbagai BUMN bekerja sama secara efektif untuk menggerakkan pengembangan ekonomi di kawasan terpilih. Kerjasama itu direalisasikan melalui pelaksanaan proyek-proyek yang berpotensi menciptakan dampak "spill over" atau turut menyumbang PDB lokal, melalui penciptaan lapangan kerja, ketersediaan infrastruktur/konektivitas.

Untuk menggenjot kinerja, BUMN juga menerapkan strategi menjadi mandiri dan berkelanjutan secara finansial serta mampu menciptakan manfaat finansial, di luar mandatnya sebagai agen pembangunan untuk negeri. (tim humas dan Protokol, Kementerian ESDM)

 

 

Share