Slide 1

Berita PUPR > Kementerian PUPR Dukung Penuh SPAM Kota Bandar Lampung


Kamis, 15 Februari 2018, Dilihat 169 kali

Lampung – Untuk mempercepat pemenuhan hak masyarakat atas pelayanan air minum, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memulai pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandar Lampung, yang ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Proyek SPAM Kota Bandar Lampung, di Bandar Lampung, Rabu (14/02/2018). . Penandatangan Kerjasama dilakukan oleh PDAM Way Rilau dan PT. Adya Tirta Lampung sebagai badan usaha pemenang lelang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Investasi Mochammad Natsir mengatakan, bahwa SPAM Kota Bandar Lampung merupakan salah satu proyek strategis nasional yang telah berhasil mencapai penandatanganan kerjasama. Ia berharap pada Triwulan Ketiga tahun 2018, proses pembangunan kontruksi dapat dilaksanakan dan ditargetkan selesai pada tahun 2021.

“SPAM Kota Bandar Lampung diperuntukkan untuk menambah kapasitas suplai air minum sebesar 750 liter per detik bagi sekitar 60.000 Sambungan Rumah atau 60.000 jiwa untuk penduduk di 8 (delapan) Kecamatan,” kata Natsir.

Ia mengungkapkan, agar proyek KPBU SPAM Kota Bandar Lampung dapat layak secara finansial maka dibutuhkan adanya dukungan dari Pemerintah. Kementerian PUPR dalam hal ini memberikan dukungannya agar nilai Capex SPAM Kota Bandar Lampung dapat menjadi layak secara finansial.

“Dukungan Kementerian PUPR diantaranya dalam pembiayaan dan pembangunan pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) sistem gravitasi, perizinan untuk penempatan pipa di Ruang Milik Jalan (Rumija) Jalan Nasional dari Desa Relung Helok Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan sampai Kota Bandar Lampung, dan perizinan untuk konstruksi bangunan intake dan Surat Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air Permukaan (SIPPA),” kata Natsir.

Kementerian PUPR melalui BPPSPAM bersama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) juga memberikan dukungan memberikan pendampingan dalam rangka peningkatan kapasitas Tim KPBU dan Panitia Pengadaan Badan Usaha SPAM Kota Bandar Lampung. Selain dukungan dari Kementerian PUPR, terdapat dukungan kelayakan dari Kementerian Keuangan melalui penerbitan Surat Izin Prinsip Persetujuan Viability Gap Fund(VGF) SPAM Kota Bandar Lampung sebesar Rp. 272, 353 milyar.

Kepala Sekretariat BPPSPAM, Bambang Sudiatmo berpesan agar PDAM sebagai PJPK harus segera meminta badan usaha pelaksana untuk segera memenuhi persyaratan pendahuluan kerjasama sehingga pembangunan kontruksi dapat segera dilakukan untuk mempercepat pelayanan air minum kepada masyarakat. Bambang juga menyampaikan bahwa pemerintah membutuhkan partisiasi swasta dalam proyek infrastruktur air bersih karena terbatasnya anggaran negara dalam pembangunan proyek. Peran swasta juga diharapkan bisa meningkatkan cakupan layanan air bersih di masyarakat.

Meskipun keterlibatan swasta dibutuhkan, penguasaan air baku di hulu maupun distribusi hingga ke masyarakat di hilir tetap dipegang oleh BUMN/BUMD. “Ini menunjukkan bahwa kekuasaan atas sumber daya air tetap berada di tangan negara,” kata Bambang.

Hadir juga dalam acara tersebut Direktur Utama PDAM Way Rilau, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Investasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktur Pengembangan SPAM, Cipta Karya, Kepala Sekretariat BPPSPAM, Plt. Anggota BPPSPAM unsur Profesi, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Keuangan, Asisten Deputi Infrastruktur Sumber Daya Air, Kementerian Bidang Perekonomian, perwakilan Menteri PPN/Bappenas, Direktur SMI, Direktur PII dan Ketua DPRD Kota Bandar Lampung. (Jay)