Slide 1

Berita Ditjen Bina Marga > Kantor Pemeliharaan & Fair Ground Jembatan Merah Putih Diresmikan


Selasa, 23 Januari 2018, Dilihat 494 kali

BINA MARGA (AMBON) - Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadie Moerwanto meresmikan kantor Pemeliharaan & Fair Ground Jembatan Merah Putih (JMP) di Ambon, Senin malam (22/01).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan XVI Ambon mengatakan bahwa pembangunan kantor pemeliharaan ini bertujuan untuk menunjang terselenggaranya pemantauan dan monitoring kondisi struktural JMP.

Kantor pemeliharaan senilai Rp. 29,5 Milyar ini dibagi menjadi dua area, yaitu gedung pemeliharaan JMP seluas 2.513 Meter persegi dan area Public Outdoor seluas 5.925 meter persegi. Di area Public Outdoor terdapat air mancur, serta 4 lapangan Gateball.

Dari Gedung Pemeliharaan, kondisi jembatan dapat terus dimonitor di layar besar atau Display Wall secara menyeluruh menggunakan Structural Health Monitoring System (SHMS). Sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan ataupun perbaikan jika terjadi kerusakan atau hal lain yang mengancam keselamatan jembatan.

Adapun sensor yang terpasang di SHMS, yakni Sensor Accelerometer (ACC), sensor Temperatur dan Humiditas, Anemometer 2D, Anemometer 3D, sensor Electrical magnetik, sensor seismic, sensor strain gauge, sensor tiltmeter, dan sensor lendutan. Selain itu juga dipasang CCTV dan warning light.

Selain itu, di kantor ini juga terdapat satu buah mobile bridge inspection unit. Truk ini dilengkapi dengan arm yang mampu mengangkut personil melihat bagian bawah JMP sehingga memudahkan aktivitas preservasi jembatan.

Menurut Arie, adanya kantor pemeliharaan ini merupakan suatu langkah maju karena pemerintah biasa dikritik hanya bisa membangun namun tak bisa memelihara.

"Tapi saya beri masukan agar selalu dipelihara karena makin tinggi teknologi semakin sensitif jadi perlu dipelihara dengan baik. Maka dari itu kepada rekan-rekan di Direktorat Jembatan ada satu orang yang terus memonitor (peralatan di gedung ini)," ujar Arie.

Gedung ini juga akan dijadikan tempat pembelajaran bagi profesional & masyarakat yang ingin tahu mengenai jembatan. "Mudah-mudahan makin banyak masyarakat yang tertarik  dengan jembatan bentang panjang," ujarnya.

Arie meminta kepada Kadis PU Maluku & Penataan Ruang, Ismael Usemahu untuk membantu menjaga dan mengembangkan area JMP ini. Pasalnya Menteri PUPR menginginkan di setiap kawasan jembatan ada beutifikasi dan pengembangan kawasan sekitarnya sebagai tempat wisata dan komersial. "Sayang jika jembatan saja, kalau kita buat jadi ikon sebuah kota. Kita sudah ada contoh di Jembatan Holtekamp di Papua dirancang arsitek Yori Antar dan Jembatan Tayan di Kalimantan," ujarnya.

Arie memberi contoh Harbour Bridge di Kota Sydney, Australia dimana dibangun kawasan pejalan kaki sehingga bisa menjadi tempat berkumpul masyarakat dan jadi titik komersil yang bagus. "konstruksi jembatannya biasa-biasa saja sebenarnya," ungkapnya.

Intinya adalah bagaimana membuat infrastruktur yang dibangun menjadi lebih menarik supaya bisa menghasilkan sedikit revenue untuk memelihara infrastruktur tersebut. "Saya lihat ada lighting system, ada peralatan, nampaknya biayanya tidak murah," jelas Arie.(KompuBM)