Slide 1

Berita Berita BPSDM > On Job Training Penanganan Tanah Lunak Kolaborasi BPSDM dengan Bina Marga dan BUJT


Jumat, 15 Desember 2017, Dilihat 262 kali

Kunjungan lapangan ke proyek pembangunan Jalan Tol Pemalang-Batang

 

Pekalongan (12/12) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) melalui Pusat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (Pusat 3) mengadakan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Usaha Jalan Toll. Kerjasama ini dibentuk dalam kegiatan On Job Training (OJT) Penanganan Tanah Lunak pada Konstruksi selama 4 (empat) hari dari tanggal 12-15 Desember 2017.

‘‘Kami bersama BPSDM dan BUJT mencoba mengkombinasikan sistem OJT di kelas dan lapangan sesuai kesepakatan lalu, tentang perbaikan sistem training pada tahun 2018 mendatang. Persiapan pelatihan dilakukan cukup singkat namun diharapkan tercipta outcome yang maksimal’’, dikatakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga- Ir. Soebagiono M.Sc (Eng) dalam sambutannya.

 

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga - Ir. Soebagiono M.Sc (Eng)

 

Diklat kali ini diikuti oleh 24 orang terdiri dari Direktorat Jenderal Bina Marga 20 orang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air 2 orang, dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan 2 orang. Pengajar kali ini datang dari tenaga ahli PT. PBTR Pemalang Batang Toll Road dan PT. Parentjana Djaja. Rencananya porsi pelatihan 80% dilaksanakan di lapangan. Karena diharapkan para peserta diklat memahami kondisi tanah lunak dan dapat menemukan solusi terbaik yang akan diterapkan nantinya dengan teknik PVD, VCM dan KGM.

 

Kunjungan lapangan di proyek pembangunan Jalan Tol Pemalang- Batang

 

Jalan merupakan bangunan infrastruktur yang penting dan cukup vital untuk kepentingan masyarakat, sehingga diperlukan penanggulangan dan pencegahan dengan tepat, cepat, dan ekonomis untuk mencegah kerugian Negara yang lebih besar dan tidak menghambat pemanfaatan prasarana infrastruktur oleh masyarakat. Terlebih medianya adalah tanah lunak yang memiliki penanganan khusus. Oleh karena itu, para Aparatur Sipil Negara di lingkup Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diharapkan dapat menjadi ahli di bidang jalan, agar dapat mendukung pembangunan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.

Diharapkan melalui pelatihan singkat tersebut para peserta dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan memahami tentang metode yang akan diajarkan, karena momentum seperti ini cukup langka. Dan saat di lapangan harus serius menyimak setiap materi yang disampaikan oleh pengajar, dan di akhir pelatihan para peserta diminta untuk mempresentasikan metode terbaik versi mereka terinspirasi dari ilmu yang didapat selama pelatihan berlangsung. (Rz)

Peserta kunjungan lapangan