Slide 1

Berita PUPR > Peninjauan Kesiapan Jalan Tol Belmera Dalam Menyambut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018


Selasa, 12 Desember 2017, Dilihat 332 kali

Medan, Sumatera Utara – Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Anton Sukartono Suratto selaku ketua tim, beserta mitra kerja Kementerian PUPR melakukan peninjauan infrastruktur dan angkutan untuk menghadapai Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi Bandara Internasional Kualanamu, Tol Belmera, Pelabuhan Belawan dan Stasiun Medan.

Kunjungan diawali dengan paparan pihak PT Angkasa Pura II mengenai kesiapan Bandara Internasional Kualanamu Medan, yang dilanjutkan dengan paparan kesiapan jalan tol di Provinsi Sumatera Utara, terutama tol Belmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa) sebagai jaringan pengubung utama Bandara Internasional Kualanamu dengan pusat kota Medan.

Dalam paparannya Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan Ir. Paul Ames Halomoan, M.Sc mengatakan bahwa sejak bandara berpindah dari Polonia ke Kualanamu, terjadi peningkatan intensitas kendaraan yang melalui jalan tol Belmera. Namun demikian, berdasarkan pengalaman menghadapi liburan nataru yang lalu, arus lalu lintas tol Belmera cenderung turun sehingga tidak ada permasalahan siginifikan terkait pengoperasian jalan tol.

Prediksi puncak kemacetan lalu lintas adalah pada malam Natal dan Tahun Baru 2018 di titik-titik jalan arteri masuk ke dalam tol, seperti pada Gerbang Tol Tanjung Morawa. Namun demikian, Kepala Bagian Umum Badan Pengusaha Jalan Tol Mahbullah Nurdin mengungkapkan bahwa Tol Belmera sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM), termasuk pemaksimalan kapasitas gardu tol untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Selain Tol Belmera, dilaporkan juga mengenai perkembangan pengoperasian tol baru, yaitu Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (42 km) dan Tol Medan-Binjai (10,5 km) oleh PT. Jasamarga Kualanamu Tol dan PT. Hutama Karya selaku pengelola kedua ruas tol. Dilaporkan oleh kedua pihak bahwa untuk peningkatan pelayanan masyarakat, fasilitas toilet, musholla dan top-up e-payment sudah disediakan di titik-titik Gerbang Tol. Dari segi pengamanan, armada derek, Patroli Jalan Raya (PJR), kendaraan rescue dan ambulans juga sudah disiapkan dan dikoordinasikan dengan lembaga terkait seperti pihak Kemenhub, Kepolisian dan rumah sakit.

Anggota Komisi V DPR-RI mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan dan menekankan bahwa dalam mempersiapkan arus lalu lintas Natal dan Tahun Baru, koordinasi yang baik antara pihak pengelola jalan tol dengan pihak lain seperti Kementerian Perhubungan, otoritas Bandara dan Pelabuhan perlu ditingkatkan. Antisipasi terhadap bencana juga perlu diperhatikan, dan dipersiapkan melalui koordinasi dengan BMKG.  

“Selain jalan tol, jalan lintas Timur juga perlu diantispasi karena banyak dilalui kendaraan kecil maupun besar. Untuk itu, kami sediakan posko Nataru sebagai antisipasi terhadap cuaca ekstrim. Lintas timur, perbatasan Sumatera Utara dan Riau, batas Jambi, sampai batas Aceh sudah siap mengantisipasi arus Natal dan Tahun Baru” ungkap Ir. Paul Ames Halomoan, M.Sc menanggapi usulan dari Komisi V DPR-RI.