|

Indonesia dan Korea Selatan Tingkatkan Kerjasama Pengembangan Smart City

Rabu , 17 Mei 2017

Nairobi - Delegasi Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) melakukan pertemuan bilateral (8/5) di sela-sela konferensi Governing Council ke-26 yang membahas rencana pelaksanaan kerjasama dalam  pengembangan kota cerdas (smart city) sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan MLIT (Ministry of Land,  Infrastructure and Transportation) Korea Selatan  yang telah disepakati pada saat Konferensi UN Habitat di Quito, Ekuador bulan Oktober 2016.

Dalam pertemuan tersebut, Delegasi Indonesia diketuai oleh Tri Dewi Virgiyanti, Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bappenas didampingi Edward Abdurrahman Kasubdit Keterpaduan dan Perencanaan, Ditjen Cipta Karya, dan Krisno Yuwono, Kabag Humas, Sekretariat Jenderal, Kementerian PUPR. Sementara Delegasi Korsel diwakili oleh Jeong Kyung Hun Director General for  Urban Policy, Hwang Se-eun  Deputy Director of Urban Economy Division, dan Choi Bo-ram Deputy Director of Urban Policy Division,  MLIT Korea Salatan.

Saat ini kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar dan Makassar sudah mengarah menjadi smart city dengan memanfaatkan teknologi dalam memberikan pelayanan dan kemudahan kepada warga kotanya, namun pengembangan kota cerdas tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi saja akan tetapi juga upaya dalam mendorong smart community dan smart environment.

Indonesia memiliki banyak kota-kota yang dikategorikan sebagai kota sedang yang mengalami pertumbuhan dengan cepat. Kota-kota yang berpotensi berkembang dengan cepat tersebut perlu dikembangan dengan pendekatan menuju smart city.

"Saat ini Pemerintah sedang mendorong pembangunan perkotaan melalui National Urban Development Program (NUDP). Beberapa diantara kota-kota yang akan dikembangkan melalui program NUDP ini diharapkan akan dapat dikembangkan dengan benchmarking terhadap smart city yang ada di Korea Selatan. Indonesia akan mengembangkan kota-kota tersebut  menjadi smart city", jelas Virgi.

Sementara Jeong Kyung Hun mengatakan Pemerintah Korsel memandang kerjasama ini sangat penting karena saat ini negaranya juga tengah mengembangkan smart city.

Salah satu poin penting dari hasil pertemuan tersebut adalah Indonesia dan Korsel akan membentuk komisi bersama sebagai wadah dalam pengembangan smart city.  Pemerintah Korsel juga mengundang Indonesia untuk hadir dan ikut berpartisipasi pada acara Smart City Week 2017 yang akan dilaksanakan pada Bulan September 2017 di Seoul. (*)

Biro Komunikasi Publik

Tag :  

Share