|

Tahun 2017, Banda Aceh Akan Miliki Instalasi Pengolahan Air Limbah Pertama

Jumat , 25 Nov 2016

Banda Aceh - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Jaringan Air Limbah di Kota Banda Aceh untuk 5000 sambungan rumah yang ditargetkan selesai pada Oktober 2017. Fasilitas IPAL di Banda Aceh tersebut adalah yang pertama kali akan ada dimiliki oleh masyarakat Aceh untuk menangani masalah air limbah di wilayah Peuniti Kota Banda Aceh. 

"Sudah dimulai pembangunannya sejak 2015 dan kita teruskan sampai 2017. Saat ini progres fisik sebesar 42 persen,"ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi proyek pembangunan IPAL di Banda Aceh, Kamis (24/11). 

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Ketua Bidang Advokasi dan Komunikasi AKKOPSI Illiza Saaduddin Djamal, Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S.Atmawidjaja.

Fasilitas IPAL tersebut diproyeksikan berkapasitas 1.000 meter kubik per hari dengan sistem IPAL Aerated Lagoon, menggunakan jaringan perpipaan berdiameter 150 milimeter sampai 800 milimeter. Konstruksi fasilitas IPAL tersebut terdiri dari 2 unit kolam maturasi dan 2 unit kolam aerasi. 

Diharapkan dengan dibangunnya IPAL ini akan meningkatkan askes pelayanan sanitasi di Kota Banda Aceh khususnya di kawasan Peuniti. 

Pembangunan IPAL di Kota Banda Aceh  itu terdiri dari pembangunan IPAL di Gampong Jawa, pembangunan jaringan perpipaan utama di Peuniti, pembangunan jaringan perpipaan air limbah kawasan Peuniti, dan pembangunan Sump Pit dan fasilitas penunjang lainnya. 

Pembangunan IPAL tersebut menggunakan  anggaran sebesar Rp. 107,3  milyar bersumber dari dana APBN sebesar Rp 105 milyar dan APBD sebesar Rp 2,3 milyar dengan kontraktor Nindya Karya Joint Operation (JO) Tenaga Inti. 

Sementara terkait dengan penyediaan air bersih di Aceh, Menteri Basuki menyatakan sudah mencapai 80 persen dari target 100 persen penyediaan air minum. "Banda Aceh ini termasuk binaan yang harus kita dorong ke 100 persen (akses air minum), sekarang sudah 80 persen," katanya. 

Basuki mengatakan semua proyek tersebut sebagai bagian dari dukungan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

(jay)

Tag :  

Share